Seandainya dunia tahu, di bawah atap sebuah rumah terdapat seorang anak yang memiliki banyak mimpi. Ia duduk menyilang di atas sofa, bertekad di dalam hatinya untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi besarnya.
Seandainya dunia tahu, ada banyak anak yang ingin merubahnya menjadi lebih baik di antara banyak anak lainnya yang tidak perduli bagaimana masa depannya dan juga yang terjadi pada dunia tempat tinggalnya sendiri.
Setiap anak punya mimpi. Semua berawal dari mimpi.
Adakah anak yang tidak berani bermimpi? Tentu ada.
Kekhawatirannya begitu tinggi terhadap mimpi-mimpi yang menurutnya tidak akan bisa di capainya. Padahal dia mampu jika dia terus berusaha.
Aku berani bermimpi, berani menumpuk mimpi-mimpiku sampai ke langit yang paling tinggi. Aku berani bertindak untuk mimpi-mimpiku.
Walaupun akhirnya aku akan terjatuh, aku akan terjatuh diantara bintang-bintang.
Minggu, 24 Agustus 2014
Kamis, 10 Juli 2014
Rabu, 09 Juli 2014
Her
Nora adalah teman yang sangat luar biasa yang pernah ku punya. Dia memiliki kekurangan dimana bagian mulutnya seperti cacat dan dia tidak bisa berbicara seperti normalnya kita bicara. Ketika dia berbicara kepada kita, mungkin kita akan memintanya mengulang apa yang telah dia katakan, tapi itu tidak membuat dia tersinggung, dia akan mengulangnya sampai kita paham apa yang dia maksud.
Bagiku, dia termasuk rajin dan aktif. Dia juga baik. Dia berteman dengan siapapun, tidak memandang status sosial maupun ekonomi (yah begitulah). Ibu kandungnya telah meninggal ketika dia duduk di bangku kelas 4 sd. Nora memiliki adik perempuan yang hanya beda 1 tahun usia antara mereka berdua. Namun, mereka tidak tinggal hanya dengan sang bapak. Mereka memiliki ibu tiri yang hadir di hidup mereka yang menjaga dan mengurus mereka di rumah.
Awal pertama masuk di sekolah baru, aku memilih bangku paling depan. Tidak lama kemudian, datanglah Nora duduk di kursi di sebelahku. Kami satu meja.
Dia adalah pendengar yang sangat baik. Semua cerita kehidupanku di responnya dengan baik, dia mampu menenangkan seseorang yang sedang banyak pikiran dan kesusahan akan masalah. Aku pernah bercerita sambil menangis dan senyuman keteduhan yang di lontarkannya mampu membuat emosiku stabil. Aku juga sering ketika aku sedang malas untuk belajar, aku menyandarkan kepalaku di pundaknya, dan baginya itu tidk masalah, walaupun sebenarnya aku sedikit mengganggu dia yang sedang belajar.
Di balik kekurangan yang Nora punya, dia adalah inspirasi bagi kami semua, teman-temannya. Dia begitu percaya diri untuk presentasi di depan kelas. Dan setiap pelajaran seni budaya, dia mampu menari sendirian di depan kelas, ketika sang guru menantang kami semua untuk menampilkan bakat kami dalam bernyanyi,
Karena Nora berpikir bahwa baginya tidak mungkin untuk bernyanyi, lalu dia memohon kepada guru seni untuk mengizinkannya tampil dengan tarian demi mendapat nilai plus. Guru seni mengizinkan. Bukan hanya kami yang tercengang, guru seni kamipun juga terharu melihatnya.
Kami selalu berpikir mengapa dia yang memiliki keterbatasan fisik mampu tampil begitu percaya diri di depan teman-temannya yang bahkan terkadang masih ada yang mampu menertawakan kekurangannya. Di banding kami yang di lahirkan normal, kami mengaku tidak ada rasa percaya diri untuk tampil seperti diri sang Nora. Hal itulah yang membuat kami bangga memiliki teman seperti Nora.
Suatu hari, kami tidak belajar, melainkan bermain game dengan guru TIK kami, pada saat itu, Nora dan Dolly kalah (tidak dapat menjawab pertanyaan dengan cepat) lalu mereka harus mendapatkan hukuman. Banyak yang menyarankan mereka duet.
Dan untuk pertama kalinya nora menyanyi dengan percaya dirinya di depan kami semua.. Dan untuk kesekian kalinya kami tercengang sekaligus terharu, mereka menyanyikan lagu yang berjudul "Sempurna". Yang biasanya kelas heboh jika melihat teman yang berpasangan bernyanyi, kali ini kelas malah ikut bernyanyi bersama .
"Kau genggam tanganku saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
Jangan lah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu
sempurna..."
Dan ternyata itulah penampilan terakhir Nora di depan kelas. Ia meninggal karena penyakit gagal ginjal yang di deritanya. Dia sudah menjalani cuci darah di penang dan baru satu kali. Mungkin dia sudah menang atas penyakitnya sehingga dia sekarang tenang di alam sana.
Selamat jalan Nora, tenang di alam sana, terimakasih atas waktu yang pernah kau berikan kepada kami, kau selalu baik dan memberikan hal yang positif kepada kami selama ini, yang menjadikan kami sangat merasa kehilanganmu sekarang :') U're ever being our inspiration and thx so much for that.
Langganan:
Komentar (Atom)